JESTV.ID, LEBAK – Dengan fisik penampungan air di Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak- Banten, sekilas terlihat mentereng dan kokoh. Namun fisik bangunan tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat Desa Leuwidamar, terutama bagi 140 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) bantuan air minum tersebut.
Bagaimana air bersih tersebut bisa mengaliri 140 KPM, jika air yang keluar dari sumber tersebut, sangatlah kecil. Sehingga dari sumber air tidak bisa di buang ke bak penampungan, “Kan anggarannya besar itu pak,” kata salah seorang sumber A kepada Media Jestv.id yang enggan disebutkan namanya, Jum’at (22/6/2023).
“Sebagai masyarakat yang sangat membutuhkan air itu, saya merasa kecewa karena air yang dari sumber itu nggak bisa naik ke atas bak, apalagi buat mengairi 140 warga pak,” ujarnya.
“Ini tidak sesuai dengan harapan kami sebagai masyarakat yang membutuhkan air bersih ini pak,” tambahnya.

“Kami berharap agar secepatnya di perbaiki biar besar airnya pak, kan duitnya gede itu, ratusan juta,” harapnya.
Tentunya hal ini menjadi perbincangan masyarakat desa leuwidamar, bukan hanya penerima manfaat saja. Dan sudah seharusnya hal ini menjadi pertanggungjawaban dari pihak pelaksana atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. (Aris RJ)

