JESTV.ID, PANDEGLANG – Masyarakat Desa KaduBale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, mengapresiasi dan bersyukur atas dibangunnya irigasi di kampung Banjar, hal ini dikatakan oleh UCI selaku BPD Desa KaduBale sekaligus Tokoh masyarakat Kecamatan Banjar.
” Alhamdulillah, saya sebagai masyarakat dan BPD Desa KaduBale, bersyukur irigasi di bangun, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pak Dzulmunir selaku Kepala Desa KaduBale, yang sudah peduli pada masyarakat dengan membangun irigasi, ini bermanfaat untuk mengaliri air ke sawah masyarakat. Semoga kedepannya Pemdes KaduBale bisa lebih merata pembangunannya,” ungkapnya (17/04/2024).
Perlu diketahui bahwa, irigasi adalah sistem pengaturan air atau pengairan yang digunakan untuk menunjang keberhasilan pertanian. Dengan sistem ini, air dialirkan dari sumber air yang tersedia menuju ke lahan pertanian sehingga kebutuhan tanaman dapat tercukupi dan bisa tumbuh secara normal.
Selain itu salah satu manfaat irigasi adalah Penguatan Pangan yang menjadi salah satu kebutuhan manusia untuk bisa bertahan hidup. Pangan juga yang menjadi pilar perekonomian Indonesia karena banyak masyarakat yang masih menggantungkan hidupnya dalam bidang pertanian.
Seperti halnya yang diungkapkan oleh Dzulmunir selaku Kepala Desa KaduBale yang mengatakan, “Keberadaan sistem irigasi yang baik dalam area pertanian akan membuat panen berhasil dan memiliki kualitas tinggi untuk digunakan atau dijual. Ketika pangan Indonesia menguat maka aspek perekonomian serta sosial Nusantara khususnya Desa KaduBale akan menjadi stabil,” ujarnya.
Sementara Eman selaku sekretaris Desa KaduBale saat bertemu dengan tim media di kantor Desa Banjar, pada 16 April , menjelaskan terkait pemberitaan yang mana dalam berita tertulis “pembangunan irigasi tersebut menggunakan material cadas”. Eman mengatakan bahwa itu adalah kesalahan teknis pengiriman.
“Jadi sebetulnya kemarin itu ada salah teknis, namun karena informasi nya belum sampai pada saya, jadilah saya belum bisa menjelaskan kepada tim media, perihal menggunakan cadas itu awalnya pihak toko material yang seharusnya mengirimkan batu belah untuk Desa KaduBale, malah kirim Cadas, nah setelah itu oleh pihak TPK KaduBale ditolak karena tidak sesuai pesanan, karena cadas terlanjur diturunkan, jadi ada ceceran tersisa, karena merasa heman akhirnya oleh tim TPK dimanfaatkan, kalo untuk bangunan irigasi yang sebenarnya tetap menggunakan material batu belah,” ucap Eman (H. Alex/Yaya)

